This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

POCONGGG JUGA POCONG

0 komentar

POCONG JUGA POCONG Pada suatu malam di tahun 2009, seperti biasa poccongg dinas malam sendirian di kompleks tampat gue biasa mangkal. Lompat sana lompat sini nggak jelas nyari orang-orang yang masih belum tidur. Sama seperti setan –setan lain, tujuan pocongg udah jelas menakut-nakuti manusia. pocongg bukan tipe setan yang suka bergerombol kalo lagi dinas karena nggak efisien, alasan terbesarnya adalah muka Dia nggak serem-serem amat! Dia juga sering minder kalo lagi dinas malam bareng. Temen-temen pocongg gampang nakut-nakutin manusia sementara poconggg nggak pernah ada yang takut. Inilah yang membuat poconggg agak tersisih dari pergaulan dan pocongg dianggep cupu dan gak layak dinas. Ngenes.... Namanya poconggg. dia adalah pocong. Buat kalian yang masih bingung, dia jelasin, ‘poconggg’ adalah sebuah nama dan ‘pocong’ adalah jenis spesies. Berkaitan dengan masalah satuan lah giliran pocongg yang bingung. poconggg sempet ngaku dia itu pocong. pocongg digampar. Karena poconggg bukan orang. Ada yang nyaranin pake spesies seekor pocong. Lah giliran pocongg yang pengin ngegampar. pocongg harus bener-bener selektif supaya gue terlihat sedikit...sangar. mungkin agak aneh, tapi impian pocongg emang cuman itu, terlihat sangar.pocongg pingin kalo lagi dinas n nunjukin muka, ada orang yang nangis dan ketakutan sambil teriak, ‘MAMAAA, ADA SETAN!!! SANGAR BANGET!!! SEREM BANGETT!!! AKU TAKUTTT, MAAA!!! MAMAAA!!! NIKAHKAN AKU SEKARANG!!! AKU TAKUT!!! Bukan kayak yang selama ini poconggg dapet. Tiap nunjukin diri buat nakutin, poconggg Cuma dapet respon, ‘loh kayaknya guling gue tadi di kamar deh, siapa yang mindahin ke halaman?’ ini dalem banget.... poconggg sempat depresi, semuanya udah poconggg lakuin buat nemuin jati diri. Sampe akhirnya pocongg nemuin istilah yg pas macem pengakuan dan identitas yaitu ‘Seikat Pocong’. Ada satu hal yang membuat poconggg bingung. Men, hari gini kalo Cuma dian goblok di bawah pohon pisang, mau jadi setan macam apa? poconggg ngrasa kalo apa yang selama ini dia dan temen-temen dia lakuin itu nggak efisien. Sistem ini harus di reformasi! Semua berjalan dengan normal sampai akhirnya gue kenal Twitter! Semua berawal dari keisengan poconggg buat gentayangan di mall. Waktu itu dia lagi dinas di Starbucks PIM, pocong indah Mall. dia perhatiin apa yang sedang anteng duduk manis. Bukannya saling ngobrol satu sama lain, tapi malah sibuk dengan laptopnya masing-masing, pocongg penasaran. dia terus merhatiin apa terus apa yang sedang mereka lakukan. Kemudian, ada salah satu cewek yang nyeletuk, Gilaaa, lo belom punya Twitter, Ta? Cupu Bangettt!’ Jleb. poconggg sensitif mendengar kata cupu. Kata semprul itu selalu nempel di otak gue. Kalo lagi ngumpul bareng setan lain ada yang nyebutin kata cupu. Semuanya pasti langsung ngelirik dia. Setelah ngeliatin agak lama dan mendengar penjelasan yang cukup tentang Twitter , pocongg langsung pulang. dia udah gak sabar bikin revolusi dunia persetanan... POCONGGG ON TWITTER!

PENASARAN KAN SAMA CERITA SELANJUTNYA ...
silahkan baca selengkapnya di <b> http://iniblognyar.blogspot.com/2012/05/sinopsis-poconggg-juga-pocong.html <bgt; pasti seru kok dija min gak bete :))
selamat menikamati readerss

LASKAR PELANGI

0 komentar

Sinopsis Novel – Laskar Pelangi (Andrea Hirata)

Judul Novel     : Laskar Pelangi
Pengarang       : Andrea Hirata
Tahun              : 2005
Sinopsis Novel            :
Cerita dari sebuah daerah di Belitung, yakni di SD Muhammadiyah. Saat itu menjadi saat yang menegangkan bagi anak-anak yang ingin bersekolah di SD Muhammadiyah. Kesembilan murid yakni, Ikal, Lintang, Sahara, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek, Trapani tengah gelisah lantaran SD Muhammadiyah akan ditutup jika murid yang bersekolah tidak genap menjadi 10. Mereka semua sangat cemas. SD Muhammadiyah adalah SD islam tertua di Belitung, sehingga jika ditutup juga akan kasihan pada keluarga tidak mampu yang ingin menyekolahkan anak-anak mereka. Di sinilah anak-anak yang kurang beruntung dari segi materi ini berada.
Saat semua tengah gelisah datanglah Harun, seorang yang keterbelakangan mental. Ia menyelamatkan ke sembilan temannya yang ingin bersekolah serta menyelmatkan berdirinya SD Muhammadiyah tersebut. Dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah.
Semua kejadian tersebut sangat menghiasi kehidupan kesepuluh anak yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Bu Mus yang meupakan guru terbaik yang mereka milikilah yang telah memberikan nama tersebut untuk mereka. Karena bu Mus tahu mereka semua sangat menyukai pelangi. Saat susah maupun senang mereka lalui dalam kelas yang menurut cerita pada malam harinya kelas tersebut sebagai kandang bagi hewan ternak. Di SD Muhammadiyah itulah Ikal dan kawan-kawannya memiliki segudang kenangan yang menarik.
Seperti saat kisah percintaan antara Ikal dan A Ling. Awalnya Ikal disuruholeh Bu Mus untuk membeli kapur di tokoh milik keluarga A Ling. Ia jatuh cinta pada kuku A Ling yang indah. Ia tidak pernah menjumpai kuku seindah itu. Kemudian ia tahu bahwa pemilik kuku yang indah tersebut adalah A Ling, Ikal pun jatuh cinta padanya.  Namun, pertemuan mereka harus di akhiri lantaran A Ling pindah untuk menemani bibinya yang sendiri.
Kejadian tentang Mahar yang akhirnya mnemukan ide untuk perlombaan semacam karnaval. Mahar menemukan sebuah ide untuk menari dalam acara tersebut. Mereka para laskar pelangi menari sperti orang kesetanan, hal tersebut dikarenakan kalung yang mereka kenakan dari buah yang langkah dan hanya ada di Balitong, merupakan tanaman yang membuat seluruh badan gatal. Alhasil mereka pun menari layaknya orang yang tengah kesurupan. Namun berkat semua itu akhirnya SD Muhammadiyah dapat memenagkan perlombaan tersebut.
Namun, pada suatu ketika datanglah Flo, seorang anak yang kaya pindahan ari SD PN, ia masuk dalam kehidupan laskar pelangi. Sejak kedatangan Flo di SD Muhammadiyah tersebut yang membawa pengaruh buruk bagi teman-temannya terutama Mahar, yang duduk satu bangku dengan Flo. Sejak kedatangan anak tersebut nilai Mahar seringkali jatuh dan jelek sehingga membuat bu Mus marah dan kecewa.
Hari-hari mereka selalu dihiasi dengan canda dan tawa maupun tangis. Namun di balik semua kecerian mereka, ada seorang murid yang benama Lintang yakni anggota laskar pelangi yang perjuangannnya terhadap pendidikan perlu di acungi jempol. Ia rela menempuh jarak 80 km untuk pulang dan pergi dari rumahnya ke sekolah hanya untuk agar ia bisa belajar.
http://saranghaeindonesia.wordpress.com/2012/04/11/sinopsis-novel-laskar-pelangi-andrea-hirata/

GARUDA DI DADAKU

0 komentar

Sinopsis Garuda Di Dadaku

Penulis: Salman Aristo
Penerbit: DAR ! Mizan
Tahun Pertama terbit: 2009
Jumlah Halaman: 144


Novel ini secara umum bercerita tentang kegigihan seorang anak untuk mewujudkan cita-citanya sebagai pemain sepak bola professional kebanggaan bangsa. Darah pesepak bola memang mengalir deras di dirinya sebab sang ayah memang salah satu pemain terbaik nasional di jamannya. hanya saja, meski ia mewarisi bakat sang ayah, perjalanan menuju impian tidak selalu mulus. Halangan juga rintangan sebaliknya datang menghalau dari orang-orang terdekatnya, yakni sang kakek. Tokoh utama dalam kisah ini bernama Bayu. Ia anak kelas 6 Sekolah Dasar. Kesehariannya diisi dengan semangat bermain bola. Ia memanfaatkan gang-gang di lingkungan rumahnya.

Salah satu sahabat Bayu bernama Heri. Ia meyakini Bayu akan sukses sebab ia melihat talenta yang nyata. Heri kemudian menjadi salah satu motivator ciliki Bayu. Ia juga pelatih yang terus meyakinkan Bayu akan impiannya. Heri memaksa Bayu untuk ikut seleksi Tim Nasional U-13 agar bisa ikut mewakili Indonesia dalam pertandingan Internasional. Akan tetapi, Bayu selalu ragu sebab Pak Usman, kakek Bayu sendiri tidak setuju dengan keinginan Bayu dan Heri. Pak Usman meyakini, dengan bermain bola kehidupan ekonomi Bayu kelak akan carut-marut sebab bermain bola bukan profesi yang menghasilkan apalagi jika dijadikan jaminan masa depan.


Akan tetapi tekad Bayu sudah bulat, dia mendapat teman baru yang cukup misterius bernama Zahra. Mereka bertiga berkongsi mencari alasan agar Bayu tetap bisa berlatih sepak bola, kucing-kucingan dengan Pak Usman, sang kakek. Akan tetapi perjalanan Bayu makin tidak mulus bahkan persabatan ketiga bocah ini hampir putus. Bagaimana kelanjutannya? Rasanya Anda harus membaca utuh novelnya. Intrik yang dibangun memang agak lambat tetapi bagi anak-anak, cerita ini cukup seru dan tentu inspiratif. Keyakinan akan mimpi memang harus dibangun sekuat tenaga meski susah. 
http://sinopsisnovelku.blogspot.com/2013/02/sinopsis-garuda-di-dadaku.html

GURITA CIKEAS

0 komentar

Berikut Isi Buku Membongkar Gurita Cikeas - Buku ini ditulis oleh George Junus Aditjondro. Judul lengkapnya: Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Kasus Bank Century. Dilaunching hari Rabu (23/12) di Yogya. Hari Sabtu (26/12), buku yang diedarkan melalui jaringan Toko Buku Gramedia ini ditarik dari peredaran. Inilah cuplikan halaman pertama buku ini.
“Apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu ada yang bocor atau tidak sesuai dengan peruntukannya? Bahkan berkembang pula desas-desus,rumor, atau tegasnya fitnah, yang mengatakan bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY; fitnah yang sungguh kejam dan sangat menyakitkan….
Sejauh mana para pengelola Bank Century yang melakukan tindakan pidana diproses secara hukum, termasuk bagaimana akhirnya dana penyertaan modal sementara itu dapat kembali ke negara?”
Begitulah sekelumit pertanyaan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya hari Senin malam, 23 November 2009, menanggapi rekomendasi Tim 8 yang telah dibentuk oleh Presiden sendiri, untuk mengatasi krisis kepercayaan yang meledak di tanah air, setelah dua orang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) – Bibit S Ryanto dan Chandra M Hamzah – ditetapkan sebagai tersangka kasus pencekalan dan penyalahgunaan wewenang, hari Selasa, 15 September, dan ditahan oleh Mabes Polri, hari Kamis, 29 Oktober 2009.
Barangkali, tanpa disadari oleh SBY sendiri, pernyataannya yang begitu defensif dalam menangkal adanya kaitan antara konflik KPK versus Polri dengan skandal Bank Century, bagaikan membuka kotak Pandora yang sebelumnya agak tertutup oleh drama yang dalam bahasa awam menjadi populer dengan julukan drama cicak melawan buaya.
Memang, drama itu, yang begitu menyedot perhatian publik kepada tokoh Anggodo Widjojo, yang dijuluki “calon Kapolri” atau “Kapolri baru”, cukup sukses mengalihkan perhatian publik dari skandal Bank Century, bank gagal yang mendapat suntikan dana sebesar Rp 6,7 trilyun dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jauh melebihi Rp 1,3 trilyun yang disetujui DPR‐RI.
Selain merupakan tabir asap alias pengalih isu, penahanan Bibit dan Chandra oleh Mabes Polri dapat ditafsirkan sebagai usaha mencegah KPK membongkar skandal Bank Century itu, bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Soalnya, investigasi kasus Bank Century itu sudah didorong KPK (Batam Pos, 31 Agust 2009). Sedangkan BPK juga sedang meneliti pengikutsertaan dana publik di bank itu, atas permintaan DPR‐RI pra‐Pemilu 2009.
Inilah cuplikan halaman 2 dan 3 dari buku Membongkar Gurita Cikeas: di Balik Kasus Bank Century, yang ditulis oleh George Junus Aditjondro, diterbitkan oleh Galang Pers, dilaunching Hari Rabu (23/12) di Yogya dan ditarik dari peredaran hari Sabtu (26/12).
Dari berbagai pemberitaan di media massa dan internet, nama dua orang nasabah terbesar Bank Century telah muncul ke permukaan, yakni Hartati Mudaya, pemimpin kelompok CCM (Central Cipta Mudaya) dan Boedi Sampoerna, salah seorang penerus keluarga Sampoerna, yang menyimpan trilyunan rupiah di bank itu sejak 1998.
Sebelum Bank Century diambilalih oleh LPS, Boedi Sampoerna, seorang cucu pendiri pabrik rokok PT HM Sampoerna, Liem Seng Thee, masih memiliki simpanan sebesar Rp Rp 1.895 milyar di bulan November 2008, sedangkan simpanan Hartati Murdaya sekitar Rp 321 milyar.
Keduanya sama‐sama penyumbang logistik SBY dalam Pemilu lalu. Beberapa depositan kelas kakap lainnya adalah PTPN Jambi, Jamsostek, dan PT Sinar Mas. Boedi Sampoerna sendiri, masih sempat menyelamatkan sebagian depositonya senilai US$ 18 juta, berkat bantuan surat‐surat rekomendasi Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri waktu itu, Komjen (Pol) Susno Duadji, tanggal 7 dan 17 April 2009 (Rusly 2009: Haque, 2009; Inilah.com, 25 Febr 2009; Antara News, 10 Ag. 2009; Vivanews.com, 14 Sept. 2009; Forum Keadilan, 29 Nov. 2009: 14).Berikut Isi Buku Membongkar Gurita Cikeas - Buku ini ditulis oleh George Junus Aditjondro. Judul lengkapnya: Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Kasus Bank Century. Dilaunching hari Rabu (23/12) di Yogya. Hari Sabtu (26/12), buku yang diedarkan melalui jaringan Toko Buku Gramedia ini ditarik dari peredaran. Inilah cuplikan halaman pertama buku ini.
“Apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu ada yang bocor atau tidak sesuai dengan peruntukannya? Bahkan berkembang pula desas-desus,rumor, atau tegasnya fitnah, yang mengatakan bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY; fitnah yang sungguh kejam dan sangat menyakitkan….
Sejauh mana para pengelola Bank Century yang melakukan tindakan pidana diproses secara hukum, termasuk bagaimana akhirnya dana penyertaan modal sementara itu dapat kembali ke negara?”
Begitulah sekelumit pertanyaan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya hari Senin malam, 23 November 2009, menanggapi rekomendasi Tim 8 yang telah dibentuk oleh Presiden sendiri, untuk mengatasi krisis kepercayaan yang meledak di tanah air, setelah dua orang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) – Bibit S Ryanto dan Chandra M Hamzah – ditetapkan sebagai tersangka kasus pencekalan dan penyalahgunaan wewenang, hari Selasa, 15 September, dan ditahan oleh Mabes Polri, hari Kamis, 29 Oktober 2009.
Barangkali, tanpa disadari oleh SBY sendiri, pernyataannya yang begitu defensif dalam menangkal adanya kaitan antara konflik KPK versus Polri dengan skandal Bank Century, bagaikan membuka kotak Pandora yang sebelumnya agak tertutup oleh drama yang dalam bahasa awam menjadi populer dengan julukan drama cicak melawan buaya.
Memang, drama itu, yang begitu menyedot perhatian publik kepada tokoh Anggodo Widjojo, yang dijuluki “calon Kapolri” atau “Kapolri baru”, cukup sukses mengalihkan perhatian publik dari skandal Bank Century, bank gagal yang mendapat suntikan dana sebesar Rp 6,7 trilyun dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jauh melebihi Rp 1,3 trilyun yang disetujui DPR‐RI.
Selain merupakan tabir asap alias pengalih isu, penahanan Bibit dan Chandra oleh Mabes Polri dapat ditafsirkan sebagai usaha mencegah KPK membongkar skandal Bank Century itu, bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Soalnya, investigasi kasus Bank Century itu sudah didorong KPK (Batam Pos, 31 Agust 2009). Sedangkan BPK juga sedang meneliti pengikutsertaan dana publik di bank itu, atas permintaan DPR‐RI pra‐Pemilu 2009.
Inilah cuplikan halaman 2 dan 3 dari buku Membongkar Gurita Cikeas: di Balik Kasus Bank Century, yang ditulis oleh George Junus Aditjondro, diterbitkan oleh Galang Pers, dilaunching Hari Rabu (23/12) di Yogya dan ditarik dari peredaran hari Sabtu (26/12).
Dari berbagai pemberitaan di media massa dan internet, nama dua orang nasabah terbesar Bank Century telah muncul ke permukaan, yakni Hartati Mudaya, pemimpin kelompok CCM (Central Cipta Mudaya) dan Boedi Sampoerna, salah seorang penerus keluarga Sampoerna, yang menyimpan trilyunan rupiah di bank itu sejak 1998.
Sebelum Bank Century diambilalih oleh LPS, Boedi Sampoerna, seorang cucu pendiri pabrik rokok PT HM Sampoerna, Liem Seng Thee, masih memiliki simpanan sebesar Rp Rp 1.895 milyar di bulan November 2008, sedangkan simpanan Hartati Murdaya sekitar Rp 321 milyar.
Keduanya sama‐sama penyumbang logistik SBY dalam Pemilu lalu. Beberapa depositan kelas kakap lainnya adalah PTPN Jambi, Jamsostek, dan PT Sinar Mas. Boedi Sampoerna sendiri, masih sempat menyelamatkan sebagian depositonya senilai US$ 18 juta, berkat bantuan surat‐surat rekomendasi Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri waktu itu, Komjen (Pol) Susno Duadji, tanggal 7 dan 17 April 2009 (Rusly 2009: Haque, 2009; Inilah.com, 25 Febr 2009; Antara News, 10 Ag. 2009; Vivanews.com, 14 Sept. 2009; Forum Keadilan, 29 Nov. 2009: 14).
kalo mau baca lengkapnya . silhakan baca e-booknya disini

Éclair, Pagi Terakhir di Rusia

0 komentar



·        Judul : Éclair, Pagi Terakhir di Rusia
·        Pengarang : Prisca Primasari
·        Penerbit : Gagas Media
·        Tahun terbit : 2011
·        Tebal : 234 Halaman
·        Panjang buku  : 18, 5 cm

Éclair, Pagi Terakhir di Rusia, merupakan salah satu karya dari Prisca Primasari. Buku yang bertema kan tentang persahabatan ini memberikan suatu kesan tersendiri bagi pembaca. Pada novel ini, si pengarang menuliskan tentang persahabatan lima orang, yang bernama, Katya, Sergei, Lhiver, Kay dan Stepanych. Mereka berlima menjalin persahabatan semenjak meninggalnya ayah Katya yang mana merupakan orang paling dicari oleh Tsar Rusia (orang-orang keturunan kerajaan Rusia). Namun, persahabatan yang mereka jalin melonggar dikarnakan suatu peristiwa yang membuat masing-masing dari mereka harus berpisah seiring terputusnya hubungan komunikasi.
Lhiver memutuskan untuk pergi ke Indonesia sebagai native speaker untuk bahasa Prancis. Kay pergi bersama istrinya ke New York. Sedangkan Sergei, Katya, dan Stepanych tetap menetap di Rusia. Seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun, Katya dan Sergei yang telah menjalin hubungan kasih akhirnya berencana untuk menyatukan persahabatan mereka kembali. Hal ini dilakukan atas permintaan Stepanych yang akhirnya divonis mengidap kanker hati.
Di dalam novel ini, pengarang menjelaskan bagaimana watak setiap dari mereka. Seperti, Sergei yang memiliki jiwa yang bijaksana, arif, dan sabar. Diantara mereka berlima, Sergei lah yang dianggap paling dewasa dalam berpikir. Katya, gadis perawakan Indonesia- Rusia yang memiliki wajah yang sangat cantik. Sifatnya yang ambisius, dan melakukan segala hal sesuai dengan semestinya merupakan sifat dari seoarang Katya. Lhiver, dan Kay yang terlahir bersaudara ini memiliki sifat yang tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama mencintai dunia seni. Sifat yang paling menonjol dari mereka berdua, mereka mampu menyimpan setiap masalah, dan mengubur masalah itu dengan mudahnya. Sedangkan Stepancyh, sabar dan tertutup. Sampai penyakit yang dideritanya mampu dia tutupi sedimikian bersihnya.
Pengarang menjelaskan latar yang beraneka ragam, seperti Rusia, Prancis, New York, dan Indonesia. Adanya latar yang berbeda-beda ini, melahirkan budaya yang dari setiap negara tersebut. Contohnya saja Indonesia, di dalam novel tersebut di jelaskan bagaimana keadaan di Indonesia. Cuaca yang panas, keramaian di setiap jalan, macet, dan beberapa kebiasaan orang Indonesia yang jelas di paparkan oleh si pengarang.
Novel ini memberikan beberapa amanat yang mampu dijadikan pelajaran bagi kehidupan kita sehari-hari. Amanat-amanat pada novel ini, dijelaskan secara tersirat oleh si pengarang. Sehingga, pembaca akan berpikir apa yang ingin disampaikan oleh si pengarang. Adapun amanat yang terdapat di dalam novel ini salah satunya adalah, bagaimana pun retak, dan hancurnya suatu persahabatan, jika ada satu dari mereka ingin mempersatukannya kembali maka hubungan yang tadinya melonggar, akan kembali kokoh semulanya.
Kemampuan pengarang dalam memaparkan plot/ alur dengan sangat baik merupakan salah satu kekuatan dari novel ini. Novel ini disusun, hingga menghasilkan satu kesatuan yang sangat padu. Novel ini memberikan beberapa ilmu tambahan bahasa. Seperti beberapa kosakata bahasa Rusia yang dijelaskan dengan baik. Sehingga, pembaca tidak kebingungan ketika membaca kata-kata yang bukan murni bahasa negara setempat. Konflik antara satu tokoh dengan tokoh yang lainnya sangat apik di paparkan oleh si pengarang. Jika anda membaca novel ini, mungkin anda tidak bisa berhenti di tengahnya. Novel ini mampu membuat pembacanya terus tertarik.
Namun, dalam novel ini juga memiliki kelemahan yang sebenarnya biasa bagi setiap pengarang. Pada novel ini, si pengarang kurang memberikan napas bagi pembaca. Pengarang terus memaparkan masalah-masalah yang menegangkan tanpa memberikan jeda bagi si pembaca. Pengarang kurang sempurna menyusun setiap bagian peristiwa dari novel tersebut. Sehingga, akan menimbulkan kebingungan bagi pembaca. Tetapi, walaupun memiliki kelemahan dari novel ini, novel ini masih memberikan daya tarik tersendiri oleh pembaca. Hal ini membuat kelemahan dari pengarang tertutupi, dan kurang jelas terlihat.
http://hanamikaoru.wordpress.com/2011/05/16/eclair-a-novel-by-prisca-primasari/

 
Goresan Tangan Penulis © 2012 | Designed by Meingames and Bubble shooter